Hati-hati! Mengganti Layar Ponsel yang Rusak Bisa Membuatmu Diretas

0
35
layar pecah

Sebuah ponsel, khususnya smartphone yang banyak beredar akhir-akhir ini, menggunakan layar yang bisa dibilang berukuran besar, tidak lagi mungil seperti ponsel-ponsel lama. Smartphone terbaru bisa dibekali layar seluas 4, 5 hingga 6 inchi. Menikmati sajian konten menarik melalui layar lapang tersebut tentu saja sebuah hal yang menyenangkan, apalagi kalau layarnya memang jernih dan berkualitas baik.

Lantas bagaimana jika layarnya terjatuh atau rusak terkena goresan benda-benda tertentu? Bisa jadi kamu tidak betah dan ingin segera menggantinya, bukan? Pilihannya ada tiga: mengganti dengan layar baru, mengganti dengan ponsel baru, atau tidak diganti sama sekali alias tetap digunakan.

Baca Juga : Ini Tips Agar Layar Smartphone Selalu Terlihat Seperti Baru

Ketiga pilihan itu sah-sah saja, silahkan dipilih mana yang menurut kamu nyaman. Namun tunggu dulu, pilihan “mengganti dengan layar baru” sepertinya harus kamu pikirkan masak-masak mulai saat ini, mengingat sebuah berita tidak baik datang dari hasil penelitian Universitas Ben-Gurion di Negev. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan, para peneliti di sana menemukan bahwa ada ancaman berbahaya di dalam produk elektronik, demikian kami himpun dari laman Phone Arena.

Ancaman tersebut berasal dari layar pengganti smartphone yang mana layar itu berasal dari pihak ketiga, bukan melalui jalur resmi. Ada sebuah chip tertanam di sana, bisa memanipulasi transfer data dari ponsel bersangkutan ke software driver di dalam OS si ponsel itu.

Kode yang ditemukan dalam chip tersebut bisa digunakan untuk menanamkan aplikasi berbahaya, mengganti URL yang dipilih pengguna menjadi URL palsu, melacak pola membuka kunci dan pola input data di keyboard, bahkan bisa mengambil foto si pengguna dan mengirimkannya lewat email! Berbahaya sekali, bukan? Tidak berhenti sampai disitu. Si program jahat malah bisa mematikan layar ponsel ketika menjalankan aksi liciknya.

Baca Juga : 5 Tips Memperbaiki Layar Smartphone yang Bermasalah

Lebih lanjut, para peneliti menyatakan bahwa serangan “chip yang diletakkan di tengah-tengah” itu menggunakan komponen seharga kurang dari $10, yang mana bisa diproduksi secara masal. Parahnya lagi, layar pengganti ini secara tampilan mirip dengan layar versi resmi dan nyaris tidak terlihat lewat proses pelacakan standar.

Dalam sebuah video demonstrasi (bisa dilihat di bawah), metode licik ini bisa berjalan di Huawei Nexus 6P, namun para peneliti memberi peringatan bahwa ponsel-ponsel yang menjalankan iOS bisa diretas dengan mudah. Meski tim peneliti menekankan beberapa pencegahan berbiaya murah yang bisa digunakan oleh pabrikan ponsel untuk melawan tindakan jahat tersebut, tidak diketahui kapan atau apakah hal itu mau diterapkan. Untuk saat ini, tampaknya kamu harus lebih berhati-hati jika ingin mengganti layar ponsel rusak dengan yang baru. Selalu gunakan produk asli jika tidak ingin mengalami masalah keamanan lebih lanjut ya.