Review Nokia 8, Flagship Dengan Bodi Alumunium Unibodi

0
28

Akhirnya, setelah menunggu sekian lama, para fans Nokia bisa tersenyum lega dengan kemunculan smartphone flagship terbaru dari merk yang dulu pernah merajai dunia ponsel, yakni Nokia 8. Setelah di tahun 2017 ini HMD Global merilis beberapa ponsel kelas menengah (Nokia 3, 5 dan 6) dan bahkan memunculkan ulang konsep baru Nokia 3310, nyatanya mereka tetap berkeinginan untuk memanjakan pelanggan segmen kelas atas, dengan menghadirkan Nokia 8.

Mari kita simak ulasan singkat ponsel premium ini, seperti kami rangkum dari laman Phone Arena:

Desain dan Layar

Tidak seperti produsen ponsel lain yang mengusung tren layar tanpa bezel di tahun 2017, Nokia masih menggunakan konsep layar tradisional: dengan bezel. Bahkan bezel atasnya disediakan untuk menyemat logo Nokia di pojok kanan atas, bersebelahan dengan lubang untuk panggilan suara dan kamera depan.

Nokia 8 menggunakan alumunium unibodi untuk fisiknya, dengan sentuhan akhir serupa kaca mengkilap indah di bagian belakang. Proses perakitannya sendiri diklaim mencakup 40 tahap pemrosesan, mulai dari pemasangan rangka hingga pemolesan akhir. Nokia menginginkan sebuah ponsel yang “dapat digenggam dengan pas di tangan”.

Well, bisa jadi tampilan akhirnya terlihat sungguh menawan, namun satu hal yang tak bisa dipungkiri: ponsel ini menjadi sangat licin saat digenggam dan menyisakan sidik jari saat disentuh. Mungkin kamu dapat menambahkan pelindung khusus untuk mencegah hal tersebut.

Secara fisik, Nokia 8 memang terlihat tangguh, namun tidak cukup tangguh melawan pesaingnya. Ponsel ini tidak tahan debu dan air. Meski mengemas rating 54 untuk Ingress Protection (artinya tahan percikan air), tetap saja tidak memiliki sertifikat IP68 seperti Samsung Galaxy S8 atau LG G6, yang berarti tahan debu dan air.

HMD Global mengklaim layar Nokia 8 mampu menyajikan tingkat kecerahan 700 nits. Layar IPS seluas 5,3 inchi dengan resolusi 2560 x 1440 ini dilindungi oleh Gorilla Glass 5, jadi tahan terhadap gesekan koin, kunci dan pernak-pernik sehari-hari yang biasa kamu bawa.

Nokia adalah salah satu produsen ponsel yang telah lama mencetuskan konsep layar always on (dimana layar tetap menampilkan notifikasi meskipun dalam kondisi mati), dan di Nokia 8 ini teknologi tersebut tetap disematkan, tanpa menggunakan banyak daya, begitu janji HMD Global.

Hardware

Berhubung Nokia 8 adalah smartphone premium, sudah pasti otaknya dibekali dengan prosesor canggih terbaru, yakni Snapdragon 835 milik Qualcomm, disandingkan dengan GPU Adreno 540 dan baterai 3090 mAh. Versi standar ponsel ini mengusung RAM sebesar 4GB dan memori internal 64GB, sementara untuk versi lebih tingginya, dibekali dengan RAM 6GB dan 128GB memori internal. Kedua versi tetap bisa memasukkan kartu microSD dengan kapasitas hingga 256GB, yang setidaknya sanggup memuaskan kamu-kamu yang kerap membutuhkan memori lapang.

Kamera

Ponsel Nokia dikenal dengan kehandalan kameranya, karena menggunakan lensa Zeiss. Di Nokia 8, merk terkenal itu masih disematkan di bagian kamera. Ada dua kamera yang ditanamkan di bagian belakang, berkekuatan 13 MP, satu untuk warna, satu untuk monokrom. Senada dengan bagian belakang, bagian depan pun menggunakan kamera 13 MP, dengan autofokus.

Pengaturan kamera di Nokia 8 masih menggunakan konsep standar, namun ada satu hal yang menarik, dinamakan “Bothie”. Diambil dari kata “both” yang berarti “kedua-duanya”, fitur unik ini mampu menampilkan dua tampilan kamera depan dan belakang, dalam satu bingkai layar. Fitur ini berguna untuk mengambil foto dua bagian atau perekaman video.

Software

Nokia 8 menjalankan versi asli Android 7.1.1, tanpa tambahan beragam aplikasi bawaan. Sama seperti Nokia 3,5 dan 6, HMD Global setia pada paket Android dari Google, ketimbang mengotak-atiknya dengan versi mereka sendiri. Manfaatnya adalah selain menampilkan konsep Android yang murni dan berjalan dengan cepat, ponsel ini berarti mendapatkan pembaruan software secara berkala. HMD Global menjanjikan bahwa Nokia 8 akan menggunakan Android O dalam waktu dekat.

Nokia 8 juga merupakan ponsel pertama yang menggunakan teknologi OZO milik Nokia, yang sampai saat ini hanya bisa diimplementasikan di kamera VR OZO. HMD Global menyatakan bahwa teknologi tersebut akan memperkuat perekaman audio, juga membawa konsep perekaman 360 derajat, dengan hasil video 4K.

Nokia 8 akan tersedia dalam warna Polished Blue, Polished Copper, Tempered Blue dan Steel. Kisaran harganya mencapai 9,5 juta rupiah. Ponsel ini akan tersedia di pasaran pada bulan September. Mari kita tunggu saja kehadirannya untuk pasar Indonesia.

Sembari menunggu, mungkin kamu bisa melihat penampakannya dulu melalui video promosi di bawah ini, diambil dari akun resmi Nokia Mobile via YouTube: